Ohhh..
Seorang lelaki itu membuat mata semua orang terpaku olehnya, kecerdasan dan kepiawaiannya dalam berkarya adalah kelebihannya, tangan itu lentik memainkan smua alat musik jawa yg tak semua orang mampu memainkannya dan sanggup mempelajarinya. Tak khayal semua orang mengagumi kelebihannya.
Senyuman yang selalu terlukis diwajahnya. Ya, dia laki-laki yang suka berteman, wajar jika dirinya menjadi sebuah kebanggaan para sesepuh dan juga teman disekitarnya.
Ia bukanlah laki-laki yang terlahir dalam keluarga berada dan dia pun tak mempunyai wajah rupawan seperti yang kalian bayangkan, tetapi ia mempunyai kelebihan yang dapat menutupi segala kekurangannya.
Sopan santun dan budi pekerti baik tercermin dalam dirinya , wajar saja dia adalah salah satu abdi dalem di Keraton Yogyakarta. Mungkin inilah salah satu faktor ia dianugrahi kelebihan yang luar biasa, pengalaman demi pengalaman yang ia jalani adalah suatu pelajaran berharga baginya. Nikmat yang ia rasakan setelah bertahun-tahun berusaha, lelaki ini adalah inspirasiku dalam kehidupan nyata.
Laki-laki ini adalah kekasihku dari 6 bulan lalu. Iya, hubungan yang masih terbilang singkat tapi menyimpan banyak kenangan suka maupun duka. Jujur saja, hubungan kqmi tak seindah yang kalian bayangkan. Entah aku harus bangga memilikinya atau harus minder karena kelebihannya yang menghipnotis orang-orang disekelilingnya.
Ohh iya, aku adalah seorang mahasiswi disalah satu institut Seni negeri di kota Yogyakarta. Aku berbeda 180derajat dengannya, aku adalah wanita yang lebih senang menyendiri (introvert). Susah untukku mencari teman ataupun sahabat sejati, entahlah mungkin sikapku ini tak disukai banyak orang.
Tapi tunggu dulu, aku punya banyak teman disanggar dan komunitas yang aku geluti. Aku adalah seorang penari dan aku juga berkecimpung di Keraton Yogyakarta.
Dunia yang kami geluti sama yaitu Seni Tradisi. Banyak orang dan para sesepuh yang mengatakan padaku bahwa dirimu beruntung mendapatkan lelaki sepertinya : seorang pekerja keras dan seorang yang piawai dalam bidang seni. Aku hanya bisa tersenyum bangga karena memilikinya, tetapi itu tidak berangsur lama. Lambat laun semua orang menyindirku dan mengatakan bahwa aku tidak tahu diri . ini semua berasal dari hubungan kita yang selalu dibumbui dengan pertengkaran, sifat egoisku yang mendominasi dan keras kepala yang menggerogoti kesabarannya itulah yang membuat kami tak pernah akur.
Jujur saja, memang dalam bersosial dia bisa dikatakan pandai bergaul tetapi dalam memahami perasaan pasangan Nol besar.
Dulu, saat kami awal menjalin hubungan ini cinta kasihnya tak ada tara hingga aku lupa akan daratan karena kasih sayang yang begitu hangat dan dalam. Lambat laun semua berganti menjadi petaka, cinta kasih itu sirna termakan waktu. Sekarang hanyalah pertengkaran dan permusuhan yang terlihat kepermukaan sampai-sampai semua orang mengetahui keretakan tersebut, dirinya berubah menjadi sosok dingin dan selalu memusuhiku didepan mata orang banyak.
Ohh tuhan, rasa sakit ini semakin terasa setelah banyak celotehan pahit yang kudapat dari para orang-orang itu. Inilah aku sekarang terbelenggu dalam cinta yang telah buta dan lupa arah.
Entah, haruskah aku bangga memilikinya atau menderita karna kesempurnaannya. Hujatan dan cacian terus mengalir dan mengacu pada diriku, tak ada seorangpun yang melihat apa dari sisi lain.
Hanya dirikulah yang dianggap salah . dalam menjalin hubungan dengannya tak ada prinsip tentang "wanita harus dimengerti" tetapi menjadi "pria harus dimengerti". Tidakkah kalian merasakan bagaimana sakitnya menjadi wanita sepertiku terpenjara dalam cinta tulusku padanya "sang pria sempurna".
Para kaum hawa, inilah salah satu pelajaran yang dapat kita ambil. Janganlah para saudari hawaku merasakan pahitnya mencintai tanpa dimengerti.
"Hendaklah berbahagia atas dirimu saudariku, ingatlah wanita maha sempurna yang sulit untuk didapatkan"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar