Awan kelam menyelimuti malam .
Tak ada bintang yang menghiasi.
Seperti hati yang gundah gulana.
Hanya suara jangkrik yang dapat kudengar.
Ohh Tuhan...
Ingin rasa hati ini mencurahkan segalanya, ingin rasanya hati ini berteriak mengeluarkan segala yang kurasa untuknya. Apakah sesulit itu untuk mengerti bahasa tubuhku??
Apakah ia tak tau apa yang kurasakan?
Rasa itu masih persis seperti dahulu.
Setiap bait do'a kupanjatkan hanya untukmu, cinta dan kasih dalam jiwa ini hanya unguk satu nama yaitu dirimu.
Air mata ini selalu menetes disetiap waktu hanya karena memikirkanmu, memikirkan sosok dirimu yang terukir jelas dalam hatiku.
Tuhan, salahkah aku hanya mencintai dirinya?
Tuhan, salahkah jika aku hanya menginginkan ia seorang?
Tuhan, salahkah aku memiliki angan hanya bersamanya?
Sulit rasanya mulut ini berbicara mengutarakan apa yang kurasa. Hanya dapat kusembunyikan dalam jiwa, bukan aku menghindarimu atau memusuhimu tetapi, aku takut menyakitimu kembali.
Ingatkah malam itu "tahun baru"?
Saat itu dan sampai saat ini hanya satu nama dalam setiap hembusan nafasku, hanya satu nama yang ada dalam diriku, hanya ada satu nama yang terukir dalam hatiku yaitu "Dirimu".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar